image via intisari-online.com

Yuk berbuat kebaikan !!!!! ( ^ - ^ )

image via ocha-katacinta.blogspot.com

Jangan lupa sholat yaaa !!!!! hehehe

image via zakatsedekah.com

Hayoo,... udah zakat dan sodaqoh beluuummm ???? heheh

image via dakwahinaction.blogspot.com

Mari mari yo mari puasa senin kamis yooo,... ( ^ o ^ )

image via buktidansaksi.com

Semoga yg share artikel artikel kebaikan bisa cepet naik haji, gag pake ngantri,.. hehehe ( maunyaaaa )

Rabu, 22 Oktober 2014

CARA " CERDAS " dan " SISTEMATIS " MEM-BANGKRUT-KAN BISNIS

image via serbasembilan.com

Denger kata bangkrut pasti berasa serem-serem gimana gitu,... ( O_O )
Emang bener sih. . . kebangkrut-an yang melanda sebuah bisnis nggag serta merta datang gitu aja, kalau sukses butuh proses, bangkrut-pun juga " ADA YANG BUTUH PROSES " yang berarti bangkrut dengan cara yang sistematis dan cerdas.
Kalau bangkrut yang nggag sistematis sih mungkin semua udah pada tau yaa. . . ( pake aja semua duit perusahaan buat foya-foya hari ini, pasti besok udah nggag bisa ngapa-ngapain tuh perusahaan hehehe )
Kali ini saya akan bahas mengenai ke-bangkrut-an yang melanda sebuah perusahaan yang kelihatannya fine-fine aja. . . tiap hari rapat, tiap hari marketing, tapi eh tiba tiba bangkrut ( loh emang bisa ??? ) jelas bisa, emang pernah kejadian kok hehehe

1. Nggag " KOMITMEN " sama rencana awal yang sudah disepakati atau direncanakan


 image via sukbis.com

Komitmen terhadap jobdesk
Komitmen terhadap jobdesk ini penting banget, kadang banyak kasus ketika udah ada pembagian jobdesk dan itu disetujui, eh ketika giliran action kita malah bilang " aku nggag bisa kalo nggag ada temennya " atau " aku malu marketing kalau nggag ada temennya " capek deeeh ( -,- )

Komitmen dalam melaksanakan rencana perusahaan
Komitmen terhadap rencana perusahaan paling penting, kenapa ??? karena inilah tujuan utama kamu dan team-mu. Jangan sampai apa yang sudah jadi panduan berubah gitu aja tanpa diketahui sebabnya. Karena kalau ini terjadi bakal ribet urusannya. . .  karena apa yang kamu lakukan berikutnya belum diseting jalur nya, kebayang kan kalau kamu action tapi nggag punya jalur atau panduan ???

2. Dokumentasi bisnis yang sangat sangat nggag baik banget ( duh lebay banget sih ngomongnya )


image via netsains.net

Sering rapat tapi nggag pernah nyatat notulen dan jobdesk
Ini nih yang paling nggag disiplin, nah terus kalau rapat doang nggag ada yang ditulis pasti banyak lupa-nya kan, kalau udah lupa berarti nggag ada yang dikerjain, kalau udah nggag ada yang dikerjain berarti Ngapain kamu rapaaat mlulu ??

Sering rapat dan nyatat notulen tapi nggag pernah dikerjakan
Kembali lagi soal kedisiplinan, disini peran pemimpin team sangat dibutuhin banget buat ngingetin anggota anggota model gini, biasanya sungkan ngingetin karena temen sendiri, kalau terus kayak gini ya sampai ketemu di puncak kebangkrutan hehehe.
 
Mengerjakan hasil dari yang dirapatkan tapi nggag pernah ada laporan
Ngerjain apa amanah keputusan rapat bukan berarti cuma ngerjain doang, bikin laporan dari apa yang udah kita kerjakan juga nggag kalah penting, dengan laporan ini kita bisa tau apa misi perusahaan masih berjalan pada " jalannya " ?? kalau nggag sesuai kita bisa langsung tau dan dievaluasi nggag nunggu " mau bangkrut " baru bilang. . . OH IYAA, KOK NGGAG KETAHUAN DARI KEMARIN KEMARIN YAAA. . .

orang bijak berkata
" TULIS APA YANG KAMU KERJAKAN dan KERJAKAN APA YANG KAMU TULIS "

terus saya yang belum bijak ini nambahin
" JANGAN LUPA TULIS LAGI APA YANG TELAH KAMU KERJAKAN "
hehehe

3. Asal catet keuangan di " SEMBARANG " tempat ( nggag punya buku khusus )


image via ditkeu.unair.ac.id

Permasalahan keuangan ini klasik banget, kadang karena kita sering males aja nyatet atau bawa-bawa buku keuangan bikin kita nyatet di sembarang tempat, di HP kek, di kertas yg penuh coretan kek, di tembok kek. . . eh kalau yang ini nggag ding. . . hehehe
Kalau emang kita males bawa-bawa buku utama atau laptop, yaaa kita sediain deh buku kecil gitu buat nyatet pemasukan dan pengeluaran harian, seenggagnya masih ada tempat khusus yang juga masih dapet perhatian khusus dari kita, kalu keliatan berserakan masih kepikiran " Loh itu kan Buku Penting !!! " , coba kalau asal nyatet di kertas, keliatan berserakan udah main masukin sampah aja.
Akibat dari nyatet pada yang bukan tempatnya ini fatal banget, bisa kehapus atau ilang. Nah kalu udah ilang bingung deh mau rekab pengeluaran atau pemasukan yang akhirnya bikin pembukuan kita amburadul.

4. Asal " KELUAR DUIT " tanpa " ANALISA "



Pernah ngalamin ini gag ?? semoga belum yaa hehehe. Dalam melakukan pengeluaran seharusnya sudah mendapatkan analisa yang mendalam dari unsur-unsur bisnis yang ada. Misalnya kayak gini,...
Team produksi kamu pengen beli alat yang lebih canggih dengan dalih bisa ningkatin kapasitas produksi perusahaanmu. Pertanyaannya " yakin udah mau beli ??? " trus " kalau kapasitas produksi bertambah , yakiin semua produk yang akan dihasilkan udah bisa diserap semua ?? " hehe.
Jelas dalam melakukan atau merencanakan pengeluaran harus ada analisa dari semua elemen. Kalau tidak dan hanya berpatok pada satu elemen saja ( produksi misalnya ) tanpa memperhatikan faktor elemen yang lain ( market dan kondisi keuangan sendiri ) maka akan menyebabkan kebangkrutan dengan segera,... udah terlanjur beli alat produksi ini dan itu eh ternyata buat modal produksi justru nggag ada, hehehe

5. Nggag berani " MERUBAH " konsep karena terlalu idealis



Well, bisnis emang kalau bisa sesuai passion atau apa yang disenangi. . . tapi yang musti diinget tetep pada hakikat kamu bisnis buat ngapain kan ?? semua ada urutannya , a. Menguntungkan ---> b. Yang kamu seneng
Bagaimanapun faktor " a " adalah faktor yang wajib dipenuhi, sedangkan faktor " b " adalah faktor penguat.nya. Kalau faktor " menguntungkan " terpenuhi sedangkan faktor " b " kita nggag punya, itu nggag jadi masalah asal tetep bisa menjalankan bisnis, karena juragan minyak goreng yang kaya raya bukan berarti dia seneng banget dengan minyak goreng hehehe. Kalau faktor " a " terpenuhi dan faktor " b " juga kita punya, bakalan bagus banget bisnis temen-temen.
Tapi masalahnya ketika dalam proses bisnis kita berjalan, hal-hal atau cara-cara yang kita senengin justru nggag ngasilin keuntungan, tapi karena nurutin " seneng " pakai cara itu, teteeeeep aja kita lakuin, yaa nunggu detik-detik menuju kebangkrutan aja deh.

Yang pertama
INGAT
" BACK TO MARKET "

Pasar adalah sumber cash flow kita, bagaimanapun kita harus menuruti hal-hal yang bisa diserap oleh calon pasar kita mulai dari " Produk " , " Harga " , " Cara konsumen bisa mendapatkan Produk atau Layanan kita" semua harus berpatok pada ke-mampu-an atau ke-mau-an pasar untuk menyerap hal-hal tersebut. Intinya pasar " mau " dan " mampu ".

Ketika pasar udah nggag mampu atau nggag mau menyerap produk, harga atau cara penyampaian layanan kita otomatis kita harus mau ngrubah agar sesuai dengan patokan pasar dong. . . kalau teteeeep aja nurutin apa maunya kita, yaa mana ada yang mau beli produk atau layanan kita hehehe.

Yang kedua

Kita MAMPU nggaag ???

Nah ini juga nggag kalah penting. . . kalau kita udah tau kemauan dan kemampuan pasar kayak gimana ?? kira-kira kita bisa nggag ngikutin ??
Kalau masalah kita mampu apa nggag mampu sebenarnya pertanyaannya cuman satu

Kita NIAT nggaag ?? hehehe

Nah itulah beberapa hal yang bisa bikin bangkrut secara sistematis dan semoga kamu belum sempet melakukan itu semua ya. . . kalau udah terlanjur cepet cepet berubah deh. . . daripada ntar ngalamin seperti yang saya alamin, kan cukup baca dan hindari aja hehehe