image via intisari-online.com

Yuk berbuat kebaikan !!!!! ( ^ - ^ )

image via ocha-katacinta.blogspot.com

Jangan lupa sholat yaaa !!!!! hehehe

image via zakatsedekah.com

Hayoo,... udah zakat dan sodaqoh beluuummm ???? heheh

image via dakwahinaction.blogspot.com

Mari mari yo mari puasa senin kamis yooo,... ( ^ o ^ )

image via buktidansaksi.com

Semoga yg share artikel artikel kebaikan bisa cepet naik haji, gag pake ngantri,.. hehehe ( maunyaaaa )

Kamis, 27 Agustus 2015

Memaknai Cinta dari Sisi yang paling Sulit

Ketika saya ditanya, “ mas,… apakah sampean sangat mencintai istri sampean ??
Terus terang saya jawab, “ jangan bawa-bawa kata ‘sangat’ dulu dong, wong ini saya masih belajar mencintai “
 “ Lho kok bisa, kan sudah jadi istri sampean ? “
“ Menikah tanpa cinta itu bisa kok, wong syarat sah menikah ndak ada embel-embel harus cinta. Yang penting mau belajar men-Cinta-i . Ngaku sudah Cinta itu berarti ilmunya sudah tinggi mas, saya masih blajar mencintai, belum bisa dikatakan sudah Cinta terhadap istri saya. Bagaimana tidak, wong saya ini kalo capek kadang masih minta dipijitin sama istri saya, kalau pulang kerja kadang suka minta dibikinin es sirup . “
“ Walah,… saya kok tambah bingung dengan maksud sampean ??

sumber gambar hambamuslim

Membaca percakapan di atas memang terlihat mbingungi ( membingungkan ). Bagaimana tidak, si penjawab yang sudah menikah mengaku belum mencintai istrinya, tapi masih blajaran. Inilah yang aneh, sudah menikah tapi ngomong belum cinta.
Jangan bingung dulu,… kadang yang aneh-aneh punya maksud yang justru sangat logis jika dijabarkan.

Sebenarnya berbicara masalah cinta itu seperti kita sedang jalan kaki di gurun sahara, seolah tidak ada ujungnya. Apalagi jika kita berbicara tentang pemaknaan, akan lebih luas lagi. Karena tiap individu mempunyai pemikiran yang berbeda. Meski luas, bukan berarti tidak bisa dibahas secara logis.

Cinta itu ilmunya tinggi sekali, susah sekali dipraktekkan hampir sama seperti ilmu ikhlas.
Jika kita ditanya , sebenarnya Cinta itu baik atau buruk ? membawa pada kebaikan atau keburukan ?
Saya yakin banyak yang berpendapat baik dan membawa pada kebaikan.
Mas kalau semisal saya beranggapan bahwa cinta itu bisa baik dan bisa buruk ??
Saya jawab,” ndak bisa bro/sist,… kita harus konsisten, apalagi perkara sensitif seperti ini, supaya jelas dan tidak ambigu”.
Jadi cinta itu selalu memunculkan kebaikan, tidak ada keburukan sama sekali yang dimunculkan karena cinta.

Misalnya begini, ada lelaki “mengaku” mencintai seorang perempuan. Mau melakukan apa saja, bahkan mau disuruh nyemplung sumur.
Apa itu cinta ?? saya katakan bukan.
Lalu ?? itu namanya NAFSU.
Trus bagaimana dengan kisah Romeo and Juliet ?? mereka saling mencintai kan ?
Bukan, mereka saling NAFSU antara satu sama lain.

Ingat bahwa yang disebut nafsu itu bukan melulu BIRAHI, itu hanya salah satunya. Hawa nafsu itu cenderung menjerumuskan kita pada hal-hal buruk.

Berbeda dengan cinta,…

Cinta itu selalu memunculkan kebaikan, tidak menjerumuskan pada hal-hal buruk. Yang menjerumuskan pada hal buruk sekali lagi namanya hawa nafsu.
Jadi nilai yang penting dipelajari adalah bagaimana membedakan antara cinta dan hawa nafsu.

Konkritnya bahwa cinta itu selalu memberi, memberi dan memberi kebaikan. Bukan meminta.
Kalau kita mengaku cinta, maka yang kita lakukan adalah selalu memberi kebaikan. Tanpa meminta balasan.
Kalau saling mencintai, pasti saling memberi kebaikan. Jadi tidak perlu ada yang meminta apalagi menuntut. Karena sesungguhnya MEMBERI itu lebih baik daripada MEMINTA.

Lho mas, kalau misal istri saya memiliki sifat buruk. Karena saya cinta kepadanya, bukankah sudah selayaknya bagi saya untuk meminta dia untuk berubah”.
“ Kalau sampean cinta pada istri sampean, maka bukan MEMINTA dia untuk berubah. Tapi MEMBERI dia pengertian agar berubah. Karena cinta itu selalu MEMBERI bukan MEMINTA”.

Berarti ketika anda mencintai istri anda atau suami anda. Yang selalu anda fikirkan adalah bagaimana MEMBERI-kan yang terbaik dari diri anda seutuhnya untuk dia yang anda cintai. Bukan bagaimana memiliki dia seutuhnya.

Jika anda sudah saling mencintai ( saling mencintai = saling memberi ) , kepemilikan itu sudah otomatis terjadi tanpa anda MEMINTA, kebutuhan anda akan terpenuhi tanpa MENUNTUT.

Itulah rewardnya ketika kita memaknai bahwa cinta = memberi, memberi dan memberi.

. . . . . . . . .

Kamis, 27 November 2014

Mengapa Wanita begitu " EMOSIONAL ",... maaf wanita jangan tersinggung



Assalamualaikumwarahmatullah

Seneng banget rasanya bisa nulis lagi,... hehe :-)

Temen-temen pasti paham banget mengenai pandangan dari judul yang saya tulis. Iya bener, wanita dengan kecenderungannya dominan sifat emosional. Hmm dan pasti sebagian dari kalian mulai membandingkan dengan sifat laki-laki yang cenderung kepada " rasional ".
Oke kita nggag perlu ngomongin laki-laki saat ini,... kita ngomongin cewek dulu.

Sifat emosional wanita yang kadang bikin kebanyakan laki-laki jengkel, gara-gara nangisan lah, cerewet lah, melankolis lah,... dan seabrek lainnya.
Kayaknya wanita " nyusahin " banget yaa,... hehehe
Karena yang kita sering lihat adalah yang nyusahin-nyusahin. hehehe :-)

Nah dari apa yang sering kita lihat, kebanyakan berfikir bahwa emosi itu cenderung ke arah negatif atau kekurangan dari wanita.
Tapi kenapa ya wanita dikodratkan memiliki emosi yang lebih dari laki-laki kalau itu emang bisa bikin wanita keliatan jelek banget.

Ingat
EMOSI tidak sama dengan Marah
Emosilah yang membuat wanita lebih cenderung dominasi perasaan
Dan kata kuncinya adalah " kodrat "

Mengapa emosional lebih cocok untuk wanita ??


Temen-temen, kodrat wanita adalah melahirkan seorang anak, yang artinya menjadi seorang ibu.
Sedangkan kodrat seorang laki-laki adalah menjadi pemimpin keluarga dan pemberi nafkah.
Maka jelas banget kalo emosi lebih dibutuhkan bagi seorang wanita. Karena bagaimanapun memiliki kodrat menjadi mahluk yang melahirkan seorang anak secara otomatis merupakan individu yg terdekat dengan yang dilahirkan. Dan mengapa emosi lebih dibutuhkan oleh wanita, jawabannya adalah karena emosi akan cenderung dengan dominasi perasaan ( seperti yang saya jelaskan di atas ), yang fungsinya adalah banyak digunakan untuk memberikan pengasuhan pada anak yang baru dilahirkan hingga usia yang siap untuk menerima pedidikan oleh seorang ayah yang pendidikannya lebih dominan rasional. Hal tersebut memang harus melalui fase pendidikan ibu terlebih dahulu yang memiliki dominan perasaan.

Contoh kecilnya mengapa persaan / emosi lebih dibutuhkan bayi dari pada rasional adalah seperti ini.
Bayi biasanya sering sekali menangis pada malam hari, ketika seorang ibu bangun maka beliau akan segera menenangkan bayinya, tapi kebalikan kalau bapak-pabak yang bangun duluan, kebanyakan tidak langsung menenangkan bayinya tapi membangunkan ibu duluan, " bu bu, anak kita nangis tuh,... ", setelah sang ibu yg bangun, bapaknya tidur lagi. Kebanyakan sih seperti itu walau tidak semua.
Cotoh kecil mengapa rasional dibutuhkan dalam pendidikan saat anak sudah siap, misalnya seorang anak pulang sekolah spre biasanya capek dan langsung ketiduran lupa sholat, kalau yang tahu ibunya biasanya karena kasihan dibiarkan saja. Tapi kalau yang tahu bapaknya, dibangunin disuruh langsung sholat,...
Inilah masing-masing kelebihan dari emosional dan rasional.
Semua memiliki penempatan pada porsinya masing masig.

Emosional merupakan kelebihan wanita yang diberikan oleh allah dengan menyesuaikan pada kodratnya.
Mahasuci allah dzat yang paling mengerti tentang segala sesuatu.

Wassalam

Rabu, 22 Oktober 2014

CARA " CERDAS " dan " SISTEMATIS " MEM-BANGKRUT-KAN BISNIS

image via serbasembilan.com

Denger kata bangkrut pasti berasa serem-serem gimana gitu,... ( O_O )
Emang bener sih. . . kebangkrut-an yang melanda sebuah bisnis nggag serta merta datang gitu aja, kalau sukses butuh proses, bangkrut-pun juga " ADA YANG BUTUH PROSES " yang berarti bangkrut dengan cara yang sistematis dan cerdas.
Kalau bangkrut yang nggag sistematis sih mungkin semua udah pada tau yaa. . . ( pake aja semua duit perusahaan buat foya-foya hari ini, pasti besok udah nggag bisa ngapa-ngapain tuh perusahaan hehehe )
Kali ini saya akan bahas mengenai ke-bangkrut-an yang melanda sebuah perusahaan yang kelihatannya fine-fine aja. . . tiap hari rapat, tiap hari marketing, tapi eh tiba tiba bangkrut ( loh emang bisa ??? ) jelas bisa, emang pernah kejadian kok hehehe

1. Nggag " KOMITMEN " sama rencana awal yang sudah disepakati atau direncanakan


 image via sukbis.com

Komitmen terhadap jobdesk
Komitmen terhadap jobdesk ini penting banget, kadang banyak kasus ketika udah ada pembagian jobdesk dan itu disetujui, eh ketika giliran action kita malah bilang " aku nggag bisa kalo nggag ada temennya " atau " aku malu marketing kalau nggag ada temennya " capek deeeh ( -,- )

Komitmen dalam melaksanakan rencana perusahaan
Komitmen terhadap rencana perusahaan paling penting, kenapa ??? karena inilah tujuan utama kamu dan team-mu. Jangan sampai apa yang sudah jadi panduan berubah gitu aja tanpa diketahui sebabnya. Karena kalau ini terjadi bakal ribet urusannya. . .  karena apa yang kamu lakukan berikutnya belum diseting jalur nya, kebayang kan kalau kamu action tapi nggag punya jalur atau panduan ???

2. Dokumentasi bisnis yang sangat sangat nggag baik banget ( duh lebay banget sih ngomongnya )


image via netsains.net

Sering rapat tapi nggag pernah nyatat notulen dan jobdesk
Ini nih yang paling nggag disiplin, nah terus kalau rapat doang nggag ada yang ditulis pasti banyak lupa-nya kan, kalau udah lupa berarti nggag ada yang dikerjain, kalau udah nggag ada yang dikerjain berarti Ngapain kamu rapaaat mlulu ??

Sering rapat dan nyatat notulen tapi nggag pernah dikerjakan
Kembali lagi soal kedisiplinan, disini peran pemimpin team sangat dibutuhin banget buat ngingetin anggota anggota model gini, biasanya sungkan ngingetin karena temen sendiri, kalau terus kayak gini ya sampai ketemu di puncak kebangkrutan hehehe.
 
Mengerjakan hasil dari yang dirapatkan tapi nggag pernah ada laporan
Ngerjain apa amanah keputusan rapat bukan berarti cuma ngerjain doang, bikin laporan dari apa yang udah kita kerjakan juga nggag kalah penting, dengan laporan ini kita bisa tau apa misi perusahaan masih berjalan pada " jalannya " ?? kalau nggag sesuai kita bisa langsung tau dan dievaluasi nggag nunggu " mau bangkrut " baru bilang. . . OH IYAA, KOK NGGAG KETAHUAN DARI KEMARIN KEMARIN YAAA. . .

orang bijak berkata
" TULIS APA YANG KAMU KERJAKAN dan KERJAKAN APA YANG KAMU TULIS "

terus saya yang belum bijak ini nambahin
" JANGAN LUPA TULIS LAGI APA YANG TELAH KAMU KERJAKAN "
hehehe

3. Asal catet keuangan di " SEMBARANG " tempat ( nggag punya buku khusus )


image via ditkeu.unair.ac.id

Permasalahan keuangan ini klasik banget, kadang karena kita sering males aja nyatet atau bawa-bawa buku keuangan bikin kita nyatet di sembarang tempat, di HP kek, di kertas yg penuh coretan kek, di tembok kek. . . eh kalau yang ini nggag ding. . . hehehe
Kalau emang kita males bawa-bawa buku utama atau laptop, yaaa kita sediain deh buku kecil gitu buat nyatet pemasukan dan pengeluaran harian, seenggagnya masih ada tempat khusus yang juga masih dapet perhatian khusus dari kita, kalu keliatan berserakan masih kepikiran " Loh itu kan Buku Penting !!! " , coba kalau asal nyatet di kertas, keliatan berserakan udah main masukin sampah aja.
Akibat dari nyatet pada yang bukan tempatnya ini fatal banget, bisa kehapus atau ilang. Nah kalu udah ilang bingung deh mau rekab pengeluaran atau pemasukan yang akhirnya bikin pembukuan kita amburadul.

4. Asal " KELUAR DUIT " tanpa " ANALISA "



Pernah ngalamin ini gag ?? semoga belum yaa hehehe. Dalam melakukan pengeluaran seharusnya sudah mendapatkan analisa yang mendalam dari unsur-unsur bisnis yang ada. Misalnya kayak gini,...
Team produksi kamu pengen beli alat yang lebih canggih dengan dalih bisa ningkatin kapasitas produksi perusahaanmu. Pertanyaannya " yakin udah mau beli ??? " trus " kalau kapasitas produksi bertambah , yakiin semua produk yang akan dihasilkan udah bisa diserap semua ?? " hehe.
Jelas dalam melakukan atau merencanakan pengeluaran harus ada analisa dari semua elemen. Kalau tidak dan hanya berpatok pada satu elemen saja ( produksi misalnya ) tanpa memperhatikan faktor elemen yang lain ( market dan kondisi keuangan sendiri ) maka akan menyebabkan kebangkrutan dengan segera,... udah terlanjur beli alat produksi ini dan itu eh ternyata buat modal produksi justru nggag ada, hehehe

5. Nggag berani " MERUBAH " konsep karena terlalu idealis



Well, bisnis emang kalau bisa sesuai passion atau apa yang disenangi. . . tapi yang musti diinget tetep pada hakikat kamu bisnis buat ngapain kan ?? semua ada urutannya , a. Menguntungkan ---> b. Yang kamu seneng
Bagaimanapun faktor " a " adalah faktor yang wajib dipenuhi, sedangkan faktor " b " adalah faktor penguat.nya. Kalau faktor " menguntungkan " terpenuhi sedangkan faktor " b " kita nggag punya, itu nggag jadi masalah asal tetep bisa menjalankan bisnis, karena juragan minyak goreng yang kaya raya bukan berarti dia seneng banget dengan minyak goreng hehehe. Kalau faktor " a " terpenuhi dan faktor " b " juga kita punya, bakalan bagus banget bisnis temen-temen.
Tapi masalahnya ketika dalam proses bisnis kita berjalan, hal-hal atau cara-cara yang kita senengin justru nggag ngasilin keuntungan, tapi karena nurutin " seneng " pakai cara itu, teteeeeep aja kita lakuin, yaa nunggu detik-detik menuju kebangkrutan aja deh.

Yang pertama
INGAT
" BACK TO MARKET "

Pasar adalah sumber cash flow kita, bagaimanapun kita harus menuruti hal-hal yang bisa diserap oleh calon pasar kita mulai dari " Produk " , " Harga " , " Cara konsumen bisa mendapatkan Produk atau Layanan kita" semua harus berpatok pada ke-mampu-an atau ke-mau-an pasar untuk menyerap hal-hal tersebut. Intinya pasar " mau " dan " mampu ".

Ketika pasar udah nggag mampu atau nggag mau menyerap produk, harga atau cara penyampaian layanan kita otomatis kita harus mau ngrubah agar sesuai dengan patokan pasar dong. . . kalau teteeeep aja nurutin apa maunya kita, yaa mana ada yang mau beli produk atau layanan kita hehehe.

Yang kedua

Kita MAMPU nggaag ???

Nah ini juga nggag kalah penting. . . kalau kita udah tau kemauan dan kemampuan pasar kayak gimana ?? kira-kira kita bisa nggag ngikutin ??
Kalau masalah kita mampu apa nggag mampu sebenarnya pertanyaannya cuman satu

Kita NIAT nggaag ?? hehehe

Nah itulah beberapa hal yang bisa bikin bangkrut secara sistematis dan semoga kamu belum sempet melakukan itu semua ya. . . kalau udah terlanjur cepet cepet berubah deh. . . daripada ntar ngalamin seperti yang saya alamin, kan cukup baca dan hindari aja hehehe